CILEGON, KNO  –   Walikota Cilegon Helldy Agustian menghadiri acara Pelantikan PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Cilegon masa khidmat 2021-2022 di Aula Gedung Dinas Kominfo Pemkot Cilegon, Sabtu ( 23/10/2021)

Turut Hadir dalam pelantikan tersebut Kapolres Cilegon, Anggota DPRD Cilegon, Sekretaris Nasdem Cilegon, Ketua PKB Cilegon, Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, BNN Cilegon, Ketua Mabincab, Ketua IKA Cilegon

Dalam sambutannya Helldy Agustian mengatakan, PMII sampai saat ini telah membersamai perjalanan bangsa indonesia dalam membangun negeri. Menurutnya PMII selalu memberikan inovasi dan mencetak kader-kader terbaik untuk menjadi pemimpin negeri ini.

“Hal ini sejalan dengan cita-cita besar Kota Cilegon untuk dapat memiliki wakil masyarakat Cilegon yang menjadi tokoh nasional, yang dapat berlaga dan diakui secara nasional, baik tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh politik, tokoh pemuda, atlet melalui metode peng-kader-an yang dilakukan oleh PMII yang sudah terbukti berhasil menciptakan tokoh nasional,” kata Walikota.

Diharapkan, PMII Kota Cilegon, melalui kepengurusan yang baru saja dilantik, dapat menyusun program kerja dan kegiatan-kegiatan organisasi yang dapat mewujudkan visi misi organisasi yang pada akhirnya ke depan dapat melahirkan tokoh-tokoh nasional yang berasal dari Kota Cilegon.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus cabang ke-13 PMII kota cilegon, mari bersama kita bangun generasi pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang berlandaskan kebhinekaan, serta mari kita bersama mendorong kerjasama antara generasi muda untuk ikut berperan dalam pengembangan kualitas pembangunan daerah di kota cilegon yang sangat kita cintai ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Cilegon Muhamad Rifaldi mengatakan, menjadi Ketua Cabang PMII tidak segampang yang dipikirkan, dengan harapan usai dilantik seluruh kader agar lebih serius lagi, percaya diri dan selalu jaga semangat titah pergerakan.

“Seperti proses kaderisasi formal atau non formal. Sebab tugas kita, bagaimana mampu memberikan contoh yang baik untuk generasi selanjutnya dalam menata PMII,” katanya.

Rifaldi menuturkan sudah saatnya sebagai elemen masyarakat untuk menyamakan persepsi, menyamakan frekuensi dan menyamakan fikiran serta tentunya menyamakan gerakan.

“Romantisme ke Pemerintahan harus segera diakhiri, sudah kewajiban mereka untuk bekerja sesuai dengan tupoksinya, bukannya bekerja atas dasar kepentingan egoisme tubuh yang sesaat, yang kalau kita lihat pada akhir-akhir khususnya di Cilegon, telah membawa pada kejumudan, kebekukan perubahan,” terangnya.

“Bukan aku, kau dia atau mereka tetapi adalah kita, kita, kita sebagai masyarakat Cilegon, kita sebagai agen perubahan, kita sebagai agen control, dan tentunya kita sebagai pemimpin-pemimpin di Cilegon,” lanjutnya. (* red)

Facebook Comments

By admin