Majelis Ta’lim Al Ikhlas Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulomerak Gelar Tradisi Khatam Qur’an.

Majelis Ta’lim Al Ikhlas Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulomerak Gelar Tradisi Khatam Qur’an.

Nasi Tumpeng Salah Satu Makanan Yang Di sajikan Dalam Tradisi khatam Quran

CILEGON, KNO – Majelis ta’lim Al Ikhlas Lingkungan Pringori Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon gelar Khataman Al Qur’an bagi Qori yang telah menyelesaikan Tamat dalam membaca Al Qur’an, pada Sabtu (17/10/2020)

Prosesi khatam Al quran ini merupakan upacara pengukuhan pada anak yang sudah tamat Kaji, maka terlebih dahulu dilakukan selamatan atau syukuran  bersama para santri, ustadz ataupun guru ngaji.

Haji Saefudin Pembina Majelis Ta’lim Al Ikhlas mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur dan salah satu tradisi yang memang sudah turun menurun dari dulu zamannya nenek moyang.

“Kita kalau memang sudah sampai khatam al-qur’an kita adakan acara ini, kita sediakan tumpeng untuk syukuran, jadi itu bagian dari pada tradisi kita sebagai kepala sekolah. Sedang kan disini (Suralaya, Red) ada jenis-jenis makanan yang khusus kita buatkan seperti botok, ada juga tumpeng, dan ada gula bugis dan ini memang makanan makanan tradisional khususnya Kelurahan Suralaya ada gembleng, bubur, dan jenis yang lain” Jelas Haji Saefudin

Haji Saefudin Saat Memberi sambutan

Ia berharap, tradisi sepeti ini tetap berjalan, agar menambah semangat dan antusias Warga, Khususnya Anak – Anak dalam membaca Al Quran dan menggali ilmu.

“Harapan saya sebagai masyarakat Suralaya tradisi ini bisa tetap berjalan, dan ibu ibu majlis ta’lim semakin antusias, semakin semangat dalam menggali ilmu dan penuh harapan kami pun kepada seluruh masyarakat terutama pemuda disini tetap eksis dalam belajar dan dalam menggali ilmu insya allah dari kalangan pemudanya pun ada majelis yang sampai saat ini pun tetap berjalan untuk belajar,” katanya.

BACA JUGA  Kunjungi Warga Kurang Mampu, Walikota Cilegon Minta Janda Dan Yatim Segera Di Data.

Sementara itu, Ketua Majelis Ta’lim Al Ikhlas H. Eko menambahkan, bahwa Acara Khatam adalah bentuk Apresiasi bagi Warga terutama anak yang sudah tamat dalam mengaji.

“Ketika putra atau putrinya sudah sampai tamat atau khatam Quran, jadi rasanya orang tua itu bangga kalau anaknya sudah bisa mengaji, lalu makanannya dimakan bersama tetapi jika memang ada lebihnya yah kita akan bagikan kepada tetangga atau anak yatim piatu disekitar,” imbuhnya. (Gen, Red)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: