Kisnewsonline – Cilegon, Saat ini Pemerintah pusat lebih memberikan perhatian khusus terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hal itu dikarenakan kontribusi sektor itu terhadap PDB telah mencapai 61%, dan mampu menyerap tenaga kerja mencapai 97% dari total tenaga kerja nasional.

Sektor UMKM terus didorong oleh berbagai kebijakan dan program yang diharapkan dapat membangkitkan kembali bahkan memajukan sektor tersebut sampai bisa “go global” di masa mendatang, bahkan supaya partisipasi UMKM meningkat dalam global value chain.

Dikutip dari siaran pers kementrian koordinator bidang perekonomian RI pada Februari 2023 mengatakan, perekonomian nasional yang terus stabil dalam dua tahun terakhir, membuat sektor UMKM pun dapat bangkit kembali, bahkan mereka sudah bersiap menembus pasar ekspor dengan produk yang lebih berkualitas. Untuk “go global”, tentunya banyak UMKM yang harus berhasil menembus pasar ekspor dunia atau “go export” terlebih dulu. Dukungan Pemerintah untuk UMKM yang ingin “go export” yakni melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Pelaku usaha khususnya disektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sekarang ini menjadi ujung tombak perekonomian daerah. Oleh karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon berusaha meningkatkan kualitas pelaku usaha, agar bisa bersaing hingga menembus pasar ekspor (go ekspor) dengan menguatkan dalam pendampingan dan edukasi.

Plt Kepala Disperindag Kota Cilegon Syafrudin mengungkapkan, dalam rangka meningkatkan kualitas para pelaku usaha, pihaknya menguatkan pendampingan dan edukasi pada UMKM Cilegon tentang bagaimana tata cara berproduksi, packaging hingga proses pemasaran selain itu para UMKM juga diberikan pelatihan bagaimana melakukan perhitungan-perhitungan biaya-biaya apa saja yang terkandung dalam kegiatan ekspor.

“Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terhadap program Pemerintah Indonesia dalam menggiatkan usaha-usaha yang dapat mendorong kegiatan ekspor, saat ini kami lebih menguatkan untuk pendampingan dan edukasi kepada para UMKM di wilayah Kota Cilegon,” ungkapnya. Jumat (18/08/23).

Menurut Syafrudin, Disperindag Kota Cilegon sudah memberikan pelatihan kepada UMKM sebanyak dua kali. Pelatihan pertama dilakukan di 2022 yaitu pelatihan ekspor produk unggulan untuk pelaku UMKM Kota Cilegon, dan pelatihan kedua dilakukan pada 7 Agustus 2023 kemarin yaitu pelatihan Export Costing And Pricing dimana para pelaku UMKM di ajarkan menghitung biaya-biaya dalam kegiatan ekspor.

“Kami sudah menyelenggarakan dua kali pelatihan Export, dan pelatihan ini kami bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan, melalui pelatihan ini Disperindag Kota Cilegon mencoba memberikan salah satu problem solving atau jalan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh pelaku UMKM, sehingga para pelaku UMKM ini bisa lebih mengembangkan komoditi usahanya, jadi dalam mengekspor ini kualitas dan kuantitas komoditinya harus di prioritaskan,” terang Syafrudin.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan produk-produk UMKM juga bisa bersaing di pasar dunia internasional melalui ekspor. “Pelatihan ini menjadi prioritas daerah ya, Insya Allah tiga sampai empat tahun kedepan pelatihan ini akan tetap diadakan khusus untuk pelaku UMKM di Kota Cilegon,” tutup Syafrudin. (ADV/Ssk)

Facebook Comments

By admin