Kisnewsonline -Cilegon, Ceu Papay merupakan salah satu brand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Cilegon yang memproduksi bawang goreng dengan kualitas baik serta pengolahan yang higienis, 100 persen bawang tanpa campuran tepung, cocok untuk pelengkap berbagai jenis makanan.
” Kita sebenarnya mempunyai beberapa produk, seperti bawang goreng, kentang Mustofa dan emping jengkol, tapi kita lebih fokus ke bawang goreng, dan bawang goreng kita murni bawang tanpa campuran tepung ya. Harganya untuk kemasan full printing standing pouch 50 gram di banderol Rp25.000,- untuk kemasan botol kecil 50 gram dibanderol Rp25.000,- sedangkan untuk ukuran 150 gram harganya Rp55.000,- itu harga reseller ya,” ungkap Owner Ceu Papay Novi Sekarhati sat di hubungi melalui telepon, Rabu (29/11/23).
Novi juga mengatakan produksi bawang goreng ini di kemas dengan menarik , dan menggunakan bawang dengan kualitas baik, serta melalui proses pengeringan sehingga menghasilkan bawang goreng tanpa minyak, dengan rasa gurih dan renyah, dan bisa tahan sampai enam bulan.
” Untuk proses produksinya, awalnya bawang merah dikupas lalu dicuci. Kemudian bawang merah iris, lalu masuk ke proses penggorengan. Setelah digoreng, bawang merah ditiriskan dengan mesin spinner agar minyak turun, dan terakhir kita masukin open sehingga bawang bisa lebih crispy dan tahan lama,” terang Novi.
Bawang goreng Ceu Papay ini memiliki beberapa varian yakni Bawang merah goreng, bawang putih goreng, teri bawang pedas terasi bawang pedas, rebon bawang pedas, jengkol teri bawang pedas. ” Selain itu kita juga ada produk lain seperti kentang Mustofa dan emping jengkol,” ujar Novi.

Novi juga mengungkapkan bahwa produksi bawang goreng ini menghabiskan sekitar 25 Kilogram perharinya, sedang untuk produk kentang Mustofa menghabiskan 30 kilogram perhari, dengan omset sekitar Rp 25 juta sampai Rp50 juta per bulan.
” Alhamdulillah penghasilannya bisa buat kuliah anak-anak, dan untuk produksinya kita biasanya bergantian, 20 hari produksi bawang goreng, 10 hari produksi yang lainnya,” ungkapnya.

Untuk pemasarannya sendiri, Novi mengatakan produknya sudah masuk retail modern skala nasional seperti Hypermart. Selain itu dia juga sudah banyak ikuti pameran, baik pameran tingkat Lokal, nasional maupun internasional, bahkan bawang goreng Ceu Papay ini sudah di kirim ke Belanda, Swiss, Malaysia, Australia, Amerika, Abu Dhabi, dan Turki,
” Produk kita sudah masuk Hypermart Cilegon, Serang, Tangerang, dan Jakarta. Kalau untuk pengiriman keluar negeri kita sistemnya masih titipin ke temen -temen yang tinggal di luar negeri, tapi untuk Turki kita kirim produk sendiri melalui kargo. Produk kita sudah masuk binaan Bank Indonesia Banten, dan alhamdulillah BI Banten sering pesan produk kita hingga ratusan pack,” kata Novi.

Novi menambahkan bahwa semua produknya sudah memenuhi legalitas halal, PIRT, sudah punya izin edar dari BPOM juga. ” Alhamdulilah dengan di bantu Dinas terkait saya sudah memiliki HAKI, dan legalitas sudah lengkap,” tambahnya.
Tak lupa Novi juga menceritakan awal mula dia memutuskan untuk memproduksi bawang goreng ini, dimana dia yang tadinya berjualan baju, jualan makanan siap saji hingga dia mendintour leader sambil menjual bawang goreng milik temannya.
” Awalnya saya jual bawang merah punya temen, dan ternyata peminatnya banyak, karena orderan yang banyak teman saya suruh saya untuk coba produksi bawang merah sendiri, dan akhirnya di 2017 saya coba produksi sendiri. Awalnya hanya memproduksi 2 kilogram sehari, langsung habis, kemudian produksi 5 kilogram, 10 kilogram sampai akhirnya sekarang bisa produksi 25 kilogram sehari,” ceritanya.

“Untuk bawangnya sendiri kita ambil dari petani lokal, petani dari Cilegon, juga dari Toyo Merto, Baros Kabupaten Serang, kalau kita mendapat orderan banyak dan stok bawang di daerah sendiri kurang baru kita mbil bawang sari luar daerah,” imbuh Novi.
Novi berharap semoga semua UMKM Kita Cilegon bisa naik kelas, demikian juga dengan UMKM Ceu Papay. ” Semoga produk-produk Ceu Papay tidak hanya terkenal di daerah sendiri, tapi bisa dikenal di Nasional dan Internasional, aamiin,” tutup Novi. (ADV/Ssk).