DP3AKB Kota Cilegon Selenggarakan Lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI)

DP3AKB Kota Cilegon Selenggarakan Lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI)

CILEGON, KNO – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana ( DP3AKB ) Kota Cilegon menggelar Lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang di ikuti oleh seluruh Kecamatan se-Kota Cilegon.

Kegiatan yang di selenggarakan setiap 2 Tahun sekali tersebut menurut Kepala DP3AKB Kota Cilegon, Heni Anita Susila, bertujuan untuk meningkatkan  kualitas SDM, utamanya mempercepat  penurunan angka kematian ibu dan bayi.

“Iya Kegiatan ini Rutin di selenggarakan setiap 2 tahun sekali dan ikuti oleh 8 kecamatan, yang insya Allah pemenang atau juaranya tahun 2021, akan menjadi perwakilan kota Cilegon di tingkat Provinsi” Ucap Heni Melalui Pesan WhatsApp.

Sementara itu lebih detail di jelaskan Heni bahwa tujuan khusus di adakannya Lomba tersebut adalah untuk

  • Menurunkan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas.
  • Menurunkan angka kematian bayi
  • Meningkatka n pengetahuan ibu mengenai PMS, HIV/AIDS, kehamilan, melahirkan, pemberian ASI Eksklusuf, perawatan bayi, aborsi, kesehatan reproduksi rermaja, perkawinan usia dewasa.
  • Memantapkan pengetahuan, wawasan komitmen dan dukungan  pihak legislative (anggota DPR) terhadap GSI.
  • Memantapkan pengetahuan, wawasan, komitmen dan dukungan dari Kepala Daerah dan sektor terkait di lingkungan Pemerintah Daerah dan Camat tentang berbagai faktor yang berhubungan dngan kematian ibu dan bayi serta melakukan peningkatan penanggulangannya secara terpadu (integratif).
  • Memantapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk mampu membangun mekanisme rujukan sesuai dengan kondisi daerah, sehingga ibu tidak terlambat ditolong oleh petugas kesehatan (bidan atau dokter).
  •  Meningkatkan peran dan fungsi institusi terkait baik unsur Pemerintah dan Swasta (LSM, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Profesi) baik dalam perencanaan, implementasi sampai pada pemantauan dan evaluasi dalam pengumpulan data bulin, bumil dan bufas di tingkat  Desa dan Kecamatan.
  • Mengembangkan indeks kualitas hidup perempuan dan bumil/bulin yang spesifik dari daerah untuk mengukur kualitas perempuan dan proses pelaksanaan GSI.
  • Meningkatkan fungsi dan peran institusi kesehatan baik Pemerintah maupun Swasta dalam pelayanan Kesehatan yang aman, ramah dan nyaman bagi ibu dan bayi.
  • Meningkatkan upaya masyarakat dalam mengubah kebiasaan yang merugikan kesehatan ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayi.
  • Meningkatkan upaya pengembangan dana perawatan bumil dan perwatan bayi di setiap wilayah kelurahan di bawah koordinasi Camat serta dana untuk penggunaan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi).
BACA JUGA  Kecamatan Jombang Akan Lakukan Penataan Lingkungan, Diantaranya Penanganan Sampah, Bangunan Liar, Saluran Kali Dan Irigasi

Menurut Heni pula bahwa Kegiatan Lomba ini akan berlangsung selama 4 hari dengan Tim penilai terdiri dari unsur Dinas kesehatan, Dp3akb dan tim Penggerak PKK serta lkatan Bidan Indonesia (IBI)

” Kegiatannya akan berlangsung selama 4 hari, 1 hari ada 2 Kecamatan yang akan di Nilai” Ucapnya

Sementara Salah satu Kecamatan, Yakni Kecamatan Jombang sudah melaksanakan kegiatan Lomba Tersebut yang di hadiri Pula oleh Seluruh Kepala Kelurahan Se-Kecamatan Jombang dan beberapa Unsur, yang berlangsung Di Aula Kecamatan, Selasa (25/08/2020)

Dari 5 kelurahan, Kelurahan Panggungrawi menjadi perwakilan dari Kecamatan Jombang untuk mengikuti Lomba GSI Tersebut.

“Setelah melalui penilaian dari Kecamatan bahwa yang layak mewakili kecamatan Jombang untuk tingkat Kota adalah Kelurahan Panggungrawi, itu berdasarkan Penilaian selama 1 tahun lalu” Ucap AH Junaedi Kepala Kecamatan Jombang

Selain itu AH Junaedi pun mengapresiasi DP3AKB Kota Cilegon yang telah mengadakan Kegiatan Tersebut, dan dirinya berharap pada para Kader bisa lebih memiliki pengetahuan baru tentang Gerakan Sayang Ibu.

“Tentu saya mengapresiasi DP3AKB yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini, dan saya berharap dan menekankan pada semua kader, tujuan akhir nya bukan untuk meraih juara, tapi para kader bisa memiliki pengetahuan lebih dan itu harus bisa di jadikan kebiasaan hidup sehari hari” Tutup AH Junaedi. (Ang/Red)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: