Banyak Persoalan Di Pasar Tradisonal, IKAPPI Banten Secepatnya Di Lantik

Erick Rebiin (Kedua dari Kiri) Dan Pengurus IKAPPI Banten Saat Bertemu Andika Hazrumy Wakil Gubernur Banten

CILEGON, KNO – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Provinsi Banten telah terbentuk. Erick Rebiin yang ditunjuk sebagai  Ketua IKAPPI Banten mengatakan bahwa dengan banyak nya persoalan yang di alami pedagang pasar di Provinsi Banten, IKAPPI akan segera menggelar pelantikan dalam waktu dekat.

“Secepatnya dilantik, karena IKAPPI ini harus segera kerja, karena masalah pasar ini sudah menumpuk harus segera kita jembatani, mengakomodir apa yang menjadi keluhan pedagang, dan menjadi jembatan antara pemerintah dan pedagang kecil, tapi tanggal nya belum kita pastikan, karena acara itu (Pelantikan, red) akan kita lihat situasinya dulu sesuai dengan Zona (Perkembangan Covid-19,Red) di Banten” Ucap Erik Rebiin saat di Hubungi Kisnews Online, selasa (24/08/2021)

Erick Rebiin yang juga Anggota DPRD Kota Cilegon itu pun menjelaskan bahwa nantinya IKAPPI Banten akan merangkul semua paguyuban pedagang pasar, karena ia melihat perkumpulan pedagang tersebut belum bisa menjebatani jika ada keluhan-keluhan yang di alami pedagang.

“Mudah-mudahan IKAPPI bisa menjebatani antara pemerintah dengan pedagang kecil untuk mengenai hal hal terkait dengan harga, perlindungan mereka, kalau ada apa-apa kita bisa memfasilitasi mereka, termasuk selama ini mungkin terjadinya juga pungli terhadap mereka, itu yang akan kita sikapi kedepan” Jelas nya

Sementara terkait Pasar yang terdapat diwilayah Kota Cilegon, Erik megaku sudah mempelajari dan aktif menyoroti pasar yang ada di kota baja tersebut, salah satu nya pasar yang berlokasi di Kecamatan Pulomerak, ia mengatakan bahwa mendapati adanya pedagang yang harus menyewa kios melalui orang lain, bukan melalui Pihak UPTD pasar.

BACA JUGA  KPU Se-Banten Serentak Lakukan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Serta Penerapan SIREKAP Pemilu 2024

“Kalau bicara Cilegon kita sisir dari pasar merak, dimana ada pedagang yang menyewa Kios dari orang luar pasar, ternyata jual beli tidak resmi, bukan dari UPTD, nah akhirnya si pedagang ini malah nyewa, saya pernah mendorong di periode pertama terkait dengan pelebaran pasar merak itu, yang saya inginkan mereka yang berjualan di jalan bisa mendapatkan tempat, nah ternyata ini belum berjalan, mau sampai kapan persoalan ini bisa selesai?” tutur Erik

Selain itu, Erik pun melihat saat ini peran pemerintah belum maksimal dalam hal mengontrol harga, transaksi dipasar dan kelangkaan barang,termasuk rentenir, Erik menyatakan jangan sampai dengan kondisi ini pedagang kecil dan masyarakat yang menjadi Korban.

“saya melihat peran pemerintah belum maksimal, terkait bagaimana mengikuti transaksi antara tengkulak dan Pedagang yang terjadi di pasar, ini kan 24 jam, Pemerintah harus hadir disana dan bisa mengontrol transaski, mengontrol harga dan kelangkaan barang, jangan sampai harga sudah melambung  Pemerintah baru tau” Ucap nya

Erik pun mengaku bahwa dalam struktur IKAPPI ia pun menggandeng sejumlah Politisi untuk ikut bergabung, termasuk Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Mi’raj untuk menempati posisi sebagai ketua Pembina, dengan harapan adanya para Dewan yang bergabung di IKAPPI mampu membuat kekuatan perlindungan untuk pedagang tradisional

“Saya menggandeng beberapa Unsur anggota DPRD, Kebetulan kang Isro sebagai ketua Pembina, ada Wakil ketua DPRD Kota serang kang Roni kang Rianto, terus ada juga Anggota DPRD Provinsi Banten Beni Sudrajat, mudah – mudahan dengan kekuatan Politik yang terbangun di IKAPPI mampu membuat kekuatan Perlindungan terhadap pedagang Tradisional” Tutup Erik Rebiin (An/Re)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: